Pelaksanaan RAT Tahun Buku 2016, Konsistensi Dan Pencapaian Koperasi Krama Bali

image

Ketua KSU Krama Bali (KKB), Drs. ABG Satria Naradha mengatakan, hingga saat ini KKB berhasil bertahan melalui tahun 2016 dengan kondisi ekonomi yang kurang baik. Terbukti, KKB berhasil meningkatkan aset yang semula Rp 16.558.822.789 menjadi Rp 19.838.559.135.

Tahun 2017, ia mengajak anggota dan pengurus bergerak maju untuk kemandirian ekonomi krama Bali. “Kita sudah mulai bergerak. Karena gerakan melawan raksasa besar sehingga perlu persatuan dan kesatuan anggota, sehingga dapat tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, jika KKB hanya mengandalkan usaha simpan pinjam, maka untuk memandirikan ekonomi krama menjadi tidak terfokus dan agak lama. Maka dari itu, KKB mengembangkan sayap dengan membuka usaha baru yaitu Bali Mart.

Sejak 2016, pihaknya juga sudah mulai langkah-langkah agar KKB menjadi koperasi yang dapat mewujudkan informasi dan teknologi yang cepat ke anggota maupun pengurus. Sehingga nantinya anggota dapat melakukan pengecekan saldo, menabung, dll dari jarak jauh. “Dengan sistem teknologi, jumlah anggota 9.000, diharapkan bisa aktif. Jumlah anggota aktif saat ini 2.000-3.000, sehingga aset Rp 19 miliar bisa meningkat,” ungkapnya.

Sementara penyaluran kredit KKB mencapai Rp 15 miliar, naik 9 persen. Tahun 2016, KKB juga mendapat bantuan sebesar Rp 3 miliar dari LPDB Kementerian Koperasi untuk memajukan KKB.

Foto : Pelaksanan RAT Koperasi Krama Bali Tanggal 18 Maret 2017
Pengawasan Intens

Ketua Badan Pengawas KKB, Dr. Ida Bagus Teddy Prianthara, SE., M.Si., Ak mengatakan, ada 42 persen koperasi belum melakukan RAT. “Sedangkan KKB secara konsisten sudah 12 kali melakukan RAT dan diaudit akuntan publik,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pengawasan, pihaknya menerapkan metode pengawasan intens, melakukan supervisi dan meminta laporan dari pengurus untuk mencermati pengendalian internal KKB. “Kami juga mengembangkan pengawasan dengan mengawasi manajemen risiko, dan ini sudah berjalan dengan cukup baik. Tujuannya, untuk melakukan pengendalian agar berjalan sesuai SOP,” tandasnya.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk meningkatkan citra dan kredibilitas koperasi. Juga mendorong pengelolaan koperasi secara efektif dan efisien.

Selain itu, ia melihat kepengurusan KKB juga masih solid, penerapan IT untuk pengelolaan juga sudah berjalan. Pertumbuhan aset juga sudah cukup signifikan. Berdasarkan opini laporan auditor independen, laporan terlampir KKB disajikan secara wajar.

Sekretaris Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Gusti Ayu Ambari membacakan sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali. Dalam sambutan Kepala Dinas menyampaikan ucapan terima kasih kepada KKB karena telah melakukan RAT.

Hal ini membuktikan kemampuan pengurus dalam mengelola KKB. RAT juga dilaksanakan tepat waktu. Ia berharap pengelolaan keuangan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan koperasi agar dikelola dengan manajemen modern. (Citta Maya/balipost)

Sumber : Balipost

Fri, 14 Jul 2017 @12:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Flag Counter

Komentar Terbaru
Copyright © 2018 Koperasi Krama Bali · All Rights Reserved